homeKalimantan

Tangani Banjir, BPBD Kalsel Usul Modifikasi Cuaca ke Pusat

SEKDAPROV Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin saat meninjau dan menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Minggu (26/1/2025).(Foto: Biro Adpim Kalsel)

zonafakta, BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mengusulkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke pusat untuk mengurangi curah hujan tinggi yang melanda provinsi ini guna mencegah bencana banjir di sejumlah kabupaten/kota.

“Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan masih membasahi Kalsel hingga April 2025,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Bambang Dedy Mulyadi di Banjarbaru, Minggu (26/1/2025).

Dengan curah hujan dengan rentang waktu yang cukup lama ini, menurut dia, pemerintah daerah penting mengambil langkah-langkah nyata terutama peningkatan mitigasi.

“Sehingga kami mempertimbangkan penting mengusulkan OMC agar segera dilakukan di langit Kalsel sebagai solusi tepat mitigasi bencana banjir,” ujarnya.

Menurut Bambang, OMC menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung upaya mitigasi bencana di musim hujan, terutama untuk mengurangi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

Ia berharap pemerintah pusat mengabulkan usulan OMC di Kalsel sehingga memberikan manfaat besar bagi pengurangan risiko bencana banjir.

Berdasarkan data bidang Pusdalops BPBD Kalsel, curah hujan sejak 1-25 Januari 2025 telah menyebabkan banjir di berbagai wilayah, dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 24.618 KK atau 68.072 jiwa, dan rumah yang terendam 21.673 unit.

Bambang mengatakan, hujan dengan intensitas sedang dan tinggi selama satu bulan terakhir ini terjadi hampir merata di wilayah Kalimantan Selatan. Cuaca ektrem ini membuat sejumlah ruas jalan dan perumahan penduduk di beberapa daerah di Kalsel terendam.

Dalam menangani banjir dan bencana alam lainnya, BPBD Kalsel telah melakukan mitigasi secara structural, yaitu membangun sarana fisik dengan kegiatan antara lain pembangunan bendungan, tabat, tanggul normalisasi sungai, serta sarana fisik lain.

Sedangkan mitigasi non-struktural melalui kebijakan dan regulasi. Salah satunya dengan penguatan regulasi dokumen kebencanaan, yakni dokumen peta kerawanan bencana, Kajian Risiko Bencana Nasional 2022-2026, Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) 2025- 2029, Rencana Kontingensi Banjir 2025- 2027.

Selain itu, dokumen Rencana Kontingensi Bencana Kekeringan 2025- 2027, Rencana Kontingensi Bencana Longsor 2025 -2027, dan Rencana Kontigensi Bencana Karhutla Tahun 2025-2027.

Sebagaimana dilansir antara, Gubernur Kalsel H Muhidin telah menginstruksikan jajarannya untuk proaktif membantu masyarakat yang terdampak banjir selama periode Januari. Bahkan Gubernur Kalsel telah meninjau kondisi warga yang terdampak banjir di sejumlah desa di Kabupaten Barito Kuala pada Sabtu (25/1/2025).

Gubernur Muhidin pun turut menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Mandastana, dengan menaiki perahu karet bermesin menyusuri perairan sungai-sungai kecil.(*)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kalimantan

Menutup Tahun, Dirut PTAM Intan Banjar Tekankan Komitmen Peningkatan Layanan

zonafakta, BANJARBARU – Menjelang akhir tahun, Direktur Utama PT Air Minum (PTAM)...

Kalimantan

PTAM Intan Banjar Lakukan Koneksi Pipa, 13 Wilayah Alami Gangguan Suplai Air

zonafakta.id, BANJARBARU – Warga di sejumlah wilayah yang dilayani PT Air Minum (PTAM)...

home

Polda Kalsel Ajak Influencer Bijak Pakai Media Sosial, Lawan Hoaks dan Kejahatan Siber

zonafakta.di, BANJARMASIN – Direktorat Intelkam Polda Kalimantan Selatan mengadakan Focus Group Discussion (FGD)...

Kalimantan

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Sosialisasikan Perda Ketertiban, Soroti Ancaman Karhutla

zonafakta, BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Suripno Sumas menggelar sosialisasi...